HARU BIRU MASA BIRU BENHUR



Pada tahun 2012 Alhamdulillah aku di terima dan terdaftar sebagai siswa MAN KOTA KEDIRI 3. Awal aku masuk sekolah. Aku terdaftar sebagai murid X-9.

Di kelas X-9 banyak kejadian lucu,tawa,canda,sedih,haru. Kelas X-9 di kenal sebagai kelas teramai, murid-muridnya ndableg terkadang.
Inilah foto murid X-9 






Setelah ku jalani di kelas X-9. Banyak rintangan menghadang. Ujian semester untuk menentukan kenaikan kelas dan jurusan.Pada waktu itu aku bingung memilih antara jurusan IPA, IPS,ataupun AGAMA. Akhirnya aku pun niat dengan Bismillah untuk memilih jurusan IPA sebagai langkah selanjutnya untuk menuntut ilmu dan suatu saat bisa mengamalkan ilmu tersebut dengan sebaik-baiknya.

Setelah dari kelas X-9, akhirnya Alhamdulillah aku naik kelas XI dan masuk jurusan IPA. Waktu itu semua siswa bingung mencari namanya masuk jurusan IPA, IPS,atau AGAMA. Alhamdulillah namaku masuk di kelas XI-IPA 5.
Pada awal masuk kelas XI IPA 5 antara siswa satu dengan yang lain masih canggung. Karena belum begitu kenal dengan siswa kelas yang lain. Kelas XI IPA,IPS,ataupun AGAMA  itu merupakan gabungan murid X1-X10.Maka tidak heran kalau antara siswa satu dengan yang lain canggung, malu,susah untuk bergaul.
Lambat laun suasana itu berubah menjadi kelas yang kompak,setia kawan,seneng bareng,susah bareng,prestasi bareng.Puncaknya pada waktu MILAD 22 MAN KOTA KEDIRI 3, siswa-siswi XI IPA 5 banyak menyabet pretasi membanggakan.
Ini fotonya :D

Inilah keluarga besar keduaku. Kelas yang selalu kompak dalam segala hal. Dan kekompakan itu terus berlanjut di kelas XII-IPA 5.
Ini buktinya..







Oke para penggemar. Kurang lebihnya itu ceritaku tentang perjalananku menuntut ilmu di MAN KOTA KEDIRI 3
Samapai Jumpa lagi :)

SEJARAH PEMBENTUKAN PASKIBRAKA


Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jumat 17 Agustus 1945, jam 10.00 pagi, di Jalan Pegangsang Timur 56 Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya secara resmi, Bendera Kebangsaan Merah Putih dikibarkan oleh dua orang muda mudi dan dipimpin oleh Bapak Latifef Hendraningrat. Bendera ini dijahit tangan oleh ibu Fatmawati Soekarno dan bendera ini pula yang kemudian disebut Bendera Pusaka.



Menjelang peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 2, Presiden Soekarno memanggil salah seorang ajudan beliau, yaitu bapak Mayor (L) Hussein Mutahar dan memberikan tugas untuk mempersiapkan dan memimpin Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1946 di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itu, Bapak Hussein Mutahar mempunyai pemikiran bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, maka pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se Indonesia. Kemudian beliau menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri dari 3 orang putrid dan 2 orang putra perwakilan daerah yang ada di Yogyakarta untuk melaksanakan tugas tersebut. Salah satu pengibar tersebut adalah Titik Dewi pelajar SMA yang berasal dari Sumatra Barat dan tinggal di Yogyakarta.


Pengibaran Bendera Pusaka ini kemudian dilaksanakan lagi pada peringatan Detik detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1947, 17 Agustus 1948, dan tanggal 17 Agustus 1949 di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta. Pada tanggal 28 Desember 1949 Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk mengaku jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat, dan pada saat itulah Bendera Sang Saka Merah Putih juga dibawa ke Jakarta.


Untuk pertama kali peringatan hari Proklamasi Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1950 diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta. Bendera Pusaka Merah Putih berkibar dengan megahnya di tiang Tujuh Belas. Regu regu pengibar dari tahun 1950 1966 dibentuk dan diatur oleh rumah tangga kepresidenan.


Percobaan Pembentukan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka Tahun 1967 dan Pasukan Pertama Tahun 1968


Tahun 1967, Bapak Hussein Mutahar dipanggil oleh Presiden Soekarno untuk menangani lagi Pengibaran Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu :


Kelompok 17/Pengiring (Pemandu)


Kelompok 8/ Pembawa


Kelompok 45/Pengawal


Ini merupakan symbol/gambaran dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu, beliau melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka dan dengan Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) sebagai pasukan 45.


Pada tanggal 17 Agustus 1968, petugas Pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan propinsi. Tetapi propinsi-propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusanya sehingga masih harus ditambahkan oleh eks anggota pasukan tahun 1967.


Tahun 1969, karena Bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu tua sehingga tidak mungkin lagi dikibarkan di tiang Tujuh Belas Istana Merdeka, telah tersedia bendera Merah Putih dari bahan bendera (wool) yang dijahit 3 potong memanjang kain Merah dan 3 potong memangjang kain Putih kekuning-kuningan.


Bendera Merah Putih duplikat Bendera Pusaka yang akan dibagikan ke daerah idealnya terbuat dari sutra alam dan alat tenun asli Indonesia, yang warna merah dan putih langsung ditenun menjadi satu tanpa dihubungkan dengan jahitan dan warna merahnya berasal dari cat celup asli Indonesia.

Sebagai seorang pemuda hendaknya kita jangan pernah mengeluh bila mengikuti upacara bendera yang diadakan pada setiap hari senin di sekolah. Dalam upacara bendera sederet acara di gelar yang semuanya bermuara pada kedisiplinan dan jiwa nasionalisme. Mulai dari anak-anak dibariskan dengan sangat rapi, sampai pembubaran barisan setelah selesai upacara bendera.

Upacara bendera juga mengajak kita untuk berjiwa nasionalis. Berdiri dan menghormat kepada bendera sang saka merah putih dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Bila anda mampu berdisiplin, maka pada saat pengibaran bendera itu, hati anda akan bergetar sekaligus bangga karena sang merah putih berkibar dengan gagahnya. Di sanalah terlihat bahwa kita adalah bangsa yang telah merdeka dan berdaulat. Merdeka karena jasa para pahlawan kita yang gagah berani mengusir penjajah dari bumi Indonesia.
Upacara bendera juga mengajarkan pada kita untuk mengenang jasa para pahlawan, mendoakannya, dan menyanyikan lagu-lagu nasional yang membuat peserta didik tahu sejarah bangsa Indonesia dan menanamkan jiwa patriotisme di kalangan anak muda.
Jiwa Pemuda, Jiwa Yang Cinta Tanah Airnya 
Jiwa Pemuda, Jiwa Yang Penuh Semangat Membela Tanah Airnya 
Jiwa Pemuda, Jiwa Yang Tidak Lupa Terhadap Jasa Para Pahlawan

Diposkan : YMS

PUISI

Untuk Negeriku
BENSIN
oleh mas yonar
 
Beberapa hari ini tak dapat kutemui
Kesana kemari tak dapat kujumpai
Pagi,...
Siang,...
Bahkan Malam,...
Engkau sulit untuk di cari  

Bila hargamu naik
Rakyat miskin semakin menjerit
Bila hargamu naik
Golongan ningrat semakin konglomerat

Inilah realita di negeri ini
Yang kaya,semakin kaya..
Yang miskin,semakin miskin..
Yang pintar membodohi
Yang bodoh dibudayakan

Diposkan oleh : YMS



Pengikut